Amconews.co.id

Berita Terkini dan Terpopuler

Iklan

terkini

PT KB Valbury Sekuritas (PT Valbury Sekuritas Indonesia) Terlibat Mengambil Keuntungan Dari Kasus Korupsi Investasi Fiktif PT Taspen

Rizki
19 Februari, 2025, Rabu, Februari 19, 2025 WIB

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Taspen, Antonius N. S. Kosasih (ANSK) ditahan KPK terkait kasus dugaan korupsi investasi fiktif Rp1 Triliun (Foto: Amconews/Rizki)


AMCONEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kepemilikan aset tersangka dalam kasus dugaan korupsi investasi fiktif PT Taspen, termasuk sumber dana yang diduga berasal dari tindak pidana tersebut.

Penyidikan ini diduga turut melibatkan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang dimiliki oleh tersangka, eks Direktur Utama PT Taspen, Antonius Kosasih. Salah satu pihak yang diperiksa oleh tim penyidik adalah Nunu Nurdiyaman (NN), rekan Kosasih di badan usaha jasa akuntansi tersebut.

"NN (Pimpinan KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan). Saksi lainnya didalami terkait kepemilikan aset tersangka dan sumber dananya," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (16/2/2025).

Selain Nurdiyaman, Direktur Utama PT Pratama Capital Asset Management, Iwan Margana, juga diperiksa dengan materi yang sama. Keduanya telah merampungkan pemeriksaan di hadapan penyidik KPK pada Kamis (13/2/2025). Namun, Sales Honda PT Auto Daya Keisindo, Choki Hartono, tidak menghadiri panggilan pemeriksaan.

Sebelumnya, KPK telah menahan dua tersangka dalam kasus ini, yakni eks Direktur Utama PT Taspen, Antonius Kosasih, dan eks Direktur Utama PT Insight Investments Management (IIM), Ekiawan Heri Primaryanto, pada pertengahan Januari 2025.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa kasus ini bermula pada 2016 ketika PT Taspen menginvestasikan Rp200 miliar dalam Sukuk Ijarah TSP Food II (SIAISA02) yang diterbitkan PT Tiga Pilar Sejahtera Food (TPSF) Tbk. Namun, pada 2018, instrumen tersebut dinyatakan gagal bayar dan tidak layak investasi.

Pada Januari 2019, setelah Antonius Kosasih diangkat sebagai Direktur Investasi PT Taspen, ia terlibat dalam pengambilan keputusan terkait skema penyelamatan investasi. Salah satu kebijakan yang diambil adalah mengarahkan konversi Sukuk menjadi reksa dana RD I-Next G2 yang dikelola oleh PT IIM.

Pada Mei 2019, PT Taspen menempatkan dana sebesar Rp1 triliun dalam reksa dana RD I-Next G2. Kebijakan tersebut melanggar aturan internal yang mewajibkan penanganan Sukuk bermasalah dilakukan dengan strategi hold and average down (menahan instrumen tanpa menjualnya di bawah harga perolehan).

Akibat investasi ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp191,64 miliar, ditambah kerugian bunga senilai Rp28,78 miliar. Sejumlah pihak disebut mendapatkan keuntungan dari skema tersebut, di antaranya:

1. PT IIM, sekurang-kurangnya Rp78 miliar.

2. PT VSI (Valbury Sekuritas Indonesia), sekurang-kurangnya Rp2,2 miliar.

3. PT PS (Pacific Sekuritas), sekurang-kurangnya Rp102 juta.

4. PT SM (Sinar Mas), sekurang-kurangnya Rp44 juta.

5. Sejumlah pihak lain yang terafiliasi dengan Kosasih dan Ekiawan juga diduga menerima keuntungan dari kasus ini.

KPK memastikan akan terus mendalami kasus ini guna memulihkan kerugian negara serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. Penyelidikan juga mengarah pada kemungkinan tindak pidana pencucian uang (TPPU) maupun penetapan tersangka korporasi.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PT KB Valbury Sekuritas (PT Valbury Sekuritas Indonesia) Terlibat Mengambil Keuntungan Dari Kasus Korupsi Investasi Fiktif PT Taspen

Terkini